IKA-KM > Portal > Potensi Ligan CD40 (SCD40L) Sebagai Deteksi Dini Risiko Kejadian Kardiovaskular di Masa Depan

Potensi Ligan CD40 (SCD40L) Sebagai Deteksi Dini Risiko Kejadian Kardiovaskular di Masa Depan

Oleh admin, dibaca 3,711 kali

Nekrosis miokard dapat dideteksi dari pemeriksaan protein dalam darah yang disebabkan oleh kerusakan sel. Salah satu protein yang telah banyak digunakan dalam diagnosis cepat penyakit jantung koroner (PJK) yaitu cardiac troponin I (cTnI).

Peningkatan kadar serum troponin I (cTnI) ini mengkonfirmasi adanya infark miokard. Peningkatan kadar cTnT terdeteksi 3-4 jam setelah jejas miokard. Namun, troponin tidak secara aktif terlibat dalam patofisiologi PJK, malah sebaliknya, merupakan penanda pengganti untuk pembentukan trombus rapuh. Platelet-monosit (heterotypic) agregat penting dalam patogenesis lesi aterosklerotik dan tampaknya menjadi penanda awal PJK.

Salah satu penanda agregasi platelet yang memainkan peran penting dalam trombosis dan plak destabilisasi adalah Ligan CD40 (CD40L). Pengembangan penanda ligan CD40 yang dapat mengidentifikasi awal pasien dengan resiko tinggi lesi aterosklerotik.

Dengan begitu, penanda aktivasi trombosit (ligan CD40) ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas penyakit PJK bahkan sebelum miokard nekrosis terjadi dan dapat memberikan informasi penting untuk diagnostik dan terapeutik stratifikasi pada pasien PJK lebih dini daripada troponin.

Jurnal ini ditulis oleh dr. Monica D.J alumni FK Unimal 2011. Untuk membaca selengkapnya, silahkan klik disini.

Artikel bermanfaat? bagikan ke Facebook, Twitter dan Google+